Senin, 11 November 2013

Story Private saya atau cerita pribadi saya

Hallo brother brither hehe sehat gak, sehat dong pastinya tapi belum bisa MOVE ON dari mantan, ughh itu kata paling aa apalah gak ngerti hehe.

yok kita mulai cerita, kali ini cerita pribadi saya sendiri, cukup singkat, padat, gak kenyal, kalpo lucu gak jamin, kalo kamunya ketawa pasti lupa minum obat, DLL

Dimulai pada sabtu malem sekitar jam 21.00 lah, tmn aye kecelakaan nabrak mobil yang kemudian dilanjutkan minjem uang aye, pertamanya sih gak percaya orang bokapnya banyak uang dan setelah lebar - panjang blablabla baru percaya. setelah itu pembicaraan disambung minggunya sekitar pukul 08.30 saya sms jadi gak minjem uangnya, |" jadi.
 yaudah, mau kesini jam berapa woy!! (sambilmeletkarenaalay, |" ntar gue lagi dibalikota ada keep smile goyang ceasar.
bah gaya kali kau goyang ceasar segala haha #sedikitgila, |" iye2 ah bentar lagi!! coyng.
dan blabla sampailah itu orang geblek dirumah saya, ternyata lukanya tak separah yang saya kira haha *jahat*.

aye pun langsung bergegas tapi, sedikit janji dia mau ngajak jln2 ke **** langsung nyamperin temen atu2 dan terkumpulah orang kergbrek itu.

pas mau berangkat tmn aye yang nabrak mobil itu ngomong mau ketemuan ama cewe, anjirrr ancur perasaan iti *#!!janganmikiraneh2guejugacowoktapigaksenakalitu@#@.

blablabla yaudah ketemuan sama si cewek nah ini masuk cerita akhir yang plus+++++++++++nya juga lucu bin ajaib bikin gue akakakakngakak abis dah.

sampelah dirumah tmn yg mau diajak knlan, sampe sana malah diem2man kyk mau pamer ghanteng ama chantik, buset ni anak smsnya aja udah suruh minum terus bobok gih biar gak sakit lagi so sweet, realtynya parah level move on WOW!!, ya udah gua sepik aja tmn gue yg gblek itu sampe2 wajahnya terpukau malu di depan gadisnya hahahahahhahahahaha........................................

lah ini tmn yg lebih gila level move on nya sebelumnya dia duduk sama gue ber3 terus tiba2 langsung dekitinn tmn2nya gebetan tmn gue #nahlohngertigak udah tinggal gue yg berjauhan dari cewek2 itu, langsung 3 orang itu gua sepik sampek malu hahaha puas gua sampe akhirnya gua mau dikryok balik hahah saking gengsi sama cewek maklum #JONES itu pengen dapet perhatian hahaha smbari gua ngomong sama gebetan tmn gue " mba cepatan laper nih saya kalau gak mau ikut ya ngomong aja " sambil jalan ngomong (jadi cewek kok ribet + kyk digemari padahalkan saya gak ) hehehe.

dari situ langsung capcuszsz mamam  hehe karna saya ngambek gak jalan2 dari tadi pagi hehe. Selasai sudah perjalan yang menurut saya absurd ini, kalau menurut kauwla muda gimana lucu gak lucu ya cantik deh, ganteng deh :) :P

itu dulu cerita pribadi dari saya kapan - kapan update lagi ya request dong mau update apa okeoke.
mohon maaf kalau ada salah tulis kalimat maupun kata - kata ya hehe, selamat pagi selamat beraktifitas bravo bravo

Senin, 30 September 2013

Indonesia Mempunyai 8 Presiden dan Bukan 6

Kutipan
Urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


                                                                                  (Mr. Assaat)

                                                                         (Sjafruddin Prawiranegara)


  MUNGKIN masih banyak dari sobat-sobat yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan presiden. Lho, kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?

Dua tokoh yang terlewat itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).

Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.

Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.

Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMgaul yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.

Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
Nah sobat Percil, dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8.

Rabu, 25 September 2013

Foto-foto Kapal Titanic

Sedikit Gue kasi foto-foto Titanic yang katanya sih asli















Kontroversi RA Kartini Pahlawan Wanita Hasil Rekayasa Belanda.


Tulisan ini tidak bermaksud mengecilkan jasa-jasa seorang R.A. Kartini yang turut membangkitkan semangat kaum wanita Indonesia untuk maju. Juga tidak merendahkan penghargaan gelar pahlawan kepada beliau oleh pemerintah. Tapi hanya ingin menyadarkan kita bahwa tidak sepenuhnya sejarah itu mutlak benar, dan apa-apa yang kita yakini kebenarannya saat ini bisa saja sebuah kekeliruan yang harus dikoreksi.

Bermula di tahun 1970-an, ketika itu guru besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar mengkritik “pengkultusan” R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta Pustaka Sinar Harapan, 1990 cetakan ke-4), Harsja W. Bachtiar menulis sebuah artikel berjudul: Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda.

Harsja juga menggugat dengan halus, kenapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia.

Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut. Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu.

Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami-istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbut terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922, terjemahan Empat Saudara). Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C. Th. Van Deventer. 

J.H. Abendanon, Menteri yang menulis buku




J.H. Abendanon (1852-1925) adalah Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda dari tahun 1900-1905. Ia datang ke Hindia-Belanda pada tahun 1900 dan ditugaskan oleh Belanda untuk melaksanakan Politik Etis. Karena baru di Hindia-Belanda, Abendanon tidak mengetahui keadaan masyarakat Hindia-Belanda dan tidak paham bagaimana dan dari mana ia memulai programnya. Untuk keperluan itu, Abendanon banyak meminta nasihat dari teman sehaluan politiknya, Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang terkenal sebagai arsitek perancang kemenangan Hindia-Belanda dalam Perang Aceh.

Di bawah Abendanon, sejak tahun 1900 mulai berdiri sekolah-sekolah baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah. Pada tahun ini sekolah Hoofdenscholen (sekolah para kepala) yang lama diubah menjadi sekolah yang direncanakan untuk menghasilkan pegawai-pegawai pemerintahan dan diberi nama baru OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren).

J.H. Abendanon kemudian dikenal sebagai salah satu teman koresponden Kartini dan dialah yang menulis buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang diterjemahkan oleh Armyn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku Door Duisternis tot Licht di terbitkan tahun 1911 oleh pemerintah Belanda. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan anehnya pada. cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. (Wikipedia).

Snouck Hurgronje dan sepak terjangnya




Di atas disebutkan peran Snouck Hurgronje sebagai teman bertukar pikiran J.H. Abendanon dalam menjalankan politik etis. Siapa Cristiaan Snouck Hurgronje pasti pembaca sudah banyak yang mengetahuinya. Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936) adalah seorang pendeta Protestan seperti halnya ayah, kakek, dan kakek buyutnya. Sejak kecilnya Snouck sudah diarahkan pada bidang teologi. Tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah Ilmu Teologi dan Sastra Arab di tahun 1875. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude dengan disertasi Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekah). Tak cukup bangga dengan kemampuan bahasa Arabnya, Snouck kemudian melanjutkan pendidikan ke Mekkah tahun 1884. Di Mekkah, keramahannya dan naluri intelektualnya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dan untuk kian merebut hati ulama Mekkah, Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar.

Namun, pertemuan Snouck dengan Habib Abdurrachman Az-Zahir, seorang keturunan Arab yang pernah menjadi wakil pemerintahan Aceh, kemudian berhasil “dibeli” oleh Belanda dan dikirim ke Mekkah, mengubah minatnya. Atas bantuan Zahir dan Konsul Belanda di Jeddah, JA Kruyt, dia mulai mempelajari politik kolonial dan upaya untuk memenangi pertempuran di Aceh. Setelah saran-sarannya tak ditanggapi Gubernur Belanda di Nusantara, Habib Zahir yang kecewa menyerahkan semua naskah penelitiannya kepada Snouck yang saat itu, tahun 1886, telah menjadi dosen di Leiden.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouk dalam penyamarannya sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ulama. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Mufti Hindia Belanda. Juga ada yang memanggilnya Syaikhul Islam Jawa. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam; Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya (hal 116).

Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda (Jakarta, LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya adalah melakukan pembaratan kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka.


(Sumber: VIVA)

Tentang Hitler

Adolf Hitler (bahasa Jerman: [ˈadɔlf ˈhɪtlɐ] ( simak); 20 April 1889 – 30 April 1945) adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria. Ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi (bergelar Führer und Reichskanzler) mulai tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.
Hitler adalah veteran Perang Dunia I dengan banyak gelar. Ia bergabung dengan Partai Pekerja Jerman (pendahulu NSDAP) pada tahun 1919, dan menjadi ketua NSDAP tahun 1921. Tahun 1923, ia melancarkan kudeta di Munich yang dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Kudeta yang gagal tersebut berujung dengan ditahannya Hitler. Di penjara, Hitler menulis memoarnya, Mein Kampf (Perjuanganku). Setelah bebas tahun 1924, Hitler mendapat dukungan rakyat dengan mengecam Perjanjian Versailles dan menjunjung Pan-Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui pidatonya yang karismatik dan propaganda Nazi. Setelah ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, ia mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga, sebuah kediktatoran satu partai yang didasarkan pada ideologi Nazisme yang totalitarian dan otokratik.
Tujuan Hitler adalah mendirikan Orde Baru hegemoni Jerman Nazi yang absolut di daratan Eropa. Sampai saat itu, kebijakan luar dan dalam negerinya bertujuan mencapai Lebensraum ("ruang hidup") bagi kaum Jermanik. Ia memerintahkan Jerman dipersenjatai kembali dan Wehrmacht menginvasi Polandia pada bulan September 1939, menyebabkan pecahnya Perang Dunia II di Eropa. Di bawah pemerintahan Hitler, pada tahun 1941 pasukan Jerman dan sekutu Eropanya menduduki sebagian besar Eropa dan Afrika Utara. Tahun 1943, Jerman terpaksa bertahan diri dan mengalami serangkaian kekalahan dalam pertempuran. Pada hari-hari terakhir perang, saat Pertempuran Berlin berlangsung tahun 1945, Hitler menikahi kekasih lamanya, Eva Braun. Tanggal 30 April 1945, kurang dari dua hari kemudian, keduanya bunuh diri agar tidak ditangkap Angkatan Darat Merah, lalu mayat mereka dibakar.
Kebijakan Hitler yang supremasis dan termotivasi oleh ras mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II, termasuk 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta etnis "non-Arya" yang pemusnahan sistematisnya diperintahkan oleh Hitler dan rekan-rekan terdekatnya.

Mohon maaf kalau ada salah tulisan karena Manusia punya salah

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler)

Jumat, 05 April 2013

photoshop cs3


Lingkungan kerja Photoshop CS3
Secara garis besar photoshop terdiri dari beberapa komponen utama seperti pada gambar berikut
  • Baris Menu : bagian yang berisi daftar menu perintah. 
  • Toolbox  : palet yang berisi tombol perintah. 
  • Baris Option : bagian yang berisi dafgtar tambahan yang isinya tergantung pada tombol perintah dalam toolbox yang andfa pilih. 
  • Jendela utama : file nlembar kerja utama dari objek yang telah di olah.
  •  Panel : bagian yang terdiri dari palet-palet yang memuat perintah-perintahuntuk memanipulasi gambar.
1. Mengenal Toolbox
Sebagian dari tombol perintah dalam Toolbox dilengkapi dengan dengan tanda segitiga yang berfungsi untuk menampilkan tombol-tombol perintah lain yang ada didalamnya.
Tombol untuk Menyeleksi
Tombol
Fungsi
Rectangular Marquee,

Eliptical Marquee, 

Single RowMarquee,

Single Column Marquee.

Untuk menyeleksi objek dengan pola segi empat, elips, baris tunggal, kolom tunggal.
  Move Tool
Untuk memindah area seleksi.
    Lasso Tool



Polygon Lasso




Magnetic Lasso Tool
Untuk membuat area seleksi pola bebas.           

Membuat area seleksi pola polygon.


Membuat area seleksi sesuai tonal warna.

Quick Selection Tool
Membuat area seleksi sesuai tonal warna sesuai yang dipilih ujung kuas mouse.


Magic Wand Tool
Membuat area seleksi sesuai tonal warna sejenis yang dipilih dari ujung kuas mouse.

Tombol untuk Memotong
Tombol
Fungsi
Croop Tool
Untuk  memotong bagian tertentu.
Slice Tool
Untuk membagi gambar menjadi beberapa bagian.
Slice Select Tool
Untuk memindah area gambar yang telah dipilih oleh Slice Tool.


Tombol Untuk Menyunting
Tombol
Fungsi

Spot Healing  Brush
Untuk menghapus noda pada gambar dengan cara mengklik bagian noda.

Healing Brush Tool
Untuk  menutupi noda dengan cara tekan Alt klik gambar yg tidak bernoda dan klik lagi pada bagian noda.

 Patch Tool
Untuk  menutupi noda dengan cara mengambil area gambar lain untuk menutupi noda.

Red Eye Tool
Untuk menghapus efek mata merah karena silau cahaya.

 Clone Stamp Tool
Untuk menduplikasi area gambar yg dipilih ke area lain.

Pattern Stamp Tool
Untuk mengisi pola gambar dengan suatu pola gambar.

 Eraser Tool
Untuk menghapus area gambar tertentu.
Background           Eraser
Untuk menghapus gambar dengan warna yang di klik pertama kali.

Magic Eraser Tool
Untuk menghapus area warna tertentu secara otomatis.

Blur Tool
Untuk memburamkan gambar.

Sharpen Tool
Untuk menajamkan gambar.

Smudge Tool
Untuk memberi efek seperti gosokan jari tangan pada gambar.

Dogde Tool
Untuk mencerahklan bagian gambar yang terlihat gelap.

Burn Tool
Untuk menggelapkan gambar ysng terliat cerah.

Sponge Tool
Untuk menambah atau mengurangi kontras warna pada gambar.

Tombol untuk Melukis
Tombol
Fungsi

Brush Tool

Untuk membuat coretan kuas.

Pencil Tool

Untuk membuat coretan pencil.

Color Replacement
 Untuk mengganti warna gambar yang diklik pertama kali.

History Brush
Untuk mengembalikan gambar ke kondisi semula setelah dimanipulasi.

 Art History Brush
Untuk mengembalikan gambar ke kondisi semula setelah dimanipulasi, dengan pola berbeda.

Gradient
Untuk menggradasi warna dengan berbagai pilhan pola gradasi

Paint Bucket
Untuk mengisi area gambar yang memiliki warna sejenis.

Tombol untuk Menggambar dan Menulis Text
Tombol
Fungsi

Pen,

 FreefornPen

Untuk membuat path garis lurus atau lengkung dengan pola bebas.

Add Anchor Point
Untuk membuat titik labuh pada suatu path.
Delete Anchor Point
Untuk menghapus titik labuhpada suatu path.
Convert Anchor Point
Untuk mengubah titik labuh dari garis lengkung ke garis lurus atau sebaliknya.

Path Selection

Untuk memilih dan memindah path.

Direct Selection
Untuk memilih satu atau lebih dari titik labuh  dan mengubah bentuk path.

 Horizontal Type,

 Vertical Type

Untuk membuat teks dengan arah penulisan horisontal dan vertikal.
Horizontal Type Mask,

Vertical Type Mask

Untuk membuat seleksi dengan bentuk teks horisontal dan vertikal.

Rectangle,


Rounded
Rectangle,

Ellipse,



Polygon,



Line,



Costum Shape

Untuk menggambar objek berbentuk segi empat, elips, polygon, garis dan objek dengan bentuk bebas.

Tombol Anotasi, Pengukur dan Navigasi
Tombol
Fungsi
  Notes,


Audio Annotation

Untuk membuat catatan dalam bentuk teks atau suara.

Eyedropper
Untuk memilih warna foreground dari gambar.

Color Sampler
Untuk memilih kode warna pada gambar.

Measure

Untuk mengukur jarak atau besaran.

Hand
Untuk menggeser atau mengatur posisi gambar pada jendela dokumen.

Zoom
Untuk memperbesar dan memperkecil tampilan gambar

                Tombol-tombol dengan Fungsi Lain
Tombol
Fungsi

Set Color
Untuk memilih warna foregroun dan bacground. klik salah satu kotak tersebut untuk menggantinya
Edit In Standart Mode
Menyunting gambar dalam mode standart.
Edit In Quick Mask Mode
Menyunting gambar dalm mode mask.

Standart Screen Mode
Mengatur mode tampilan ruang kerja Photoshop dalam format tampilan standart.
Maximinize Screen Mode
Mengatur mode tampilan ruang kerja Photoshop dalam format tampilan maksimal.
Full Screen Mode with Menu Bar
Mengatur mode tampilan ruang kerja Photoshop dalam format tampilan penuh dengan baris menu.

Full Screen Mode
Mengatur mode tampilan ruang kerja Photoshop dalam format tampilan penuh tanpa baris menu.

2. Mengenal Palet
Palet adalah bagian yang berisi beberapa perintah untuk memanipulasi objek gambar atau teks dokumen.
                Palet Navigator
Palet ini digunakan untuk mengatur ukuran tampilan gambar dalam dokumen aktif, dengan cara Zoom Out atau Zoom In.
Palet Histogram
Panel ini berisi Tonal warna yang dimiliki oleh gambar.
Palet Info
Panel ini berisi informasi-informasi posisi mouse dalam dokumen, nilai-nilai warna, ukuran area gambar yang diseleksi dan ukuran file dokumen.
Palet Color
Palet ini digunakan untuk mengganti warna foreground atau background. Dengan mengklik kotak dan menggeser slidernya.
Palet Swatches
Palet ini digunakan untuk mengganti foreground atau background dengan cara mengklik kotak warna untuk memilih foreground, atau tekan Ctrl dan mengklik kotak untuk mengganti background.
Palet Style
Palet ini digunakan untuk memilih dan memasang style pada objek gambar atau layer yang terpilih.


Palet Layers
Palet ini berisi tumpukan layer gambar dan teks, palet ini dilengkapi dengan tombol perintah untuk memanipulasi gambar.
Palet Channels
Palet ini berisi deretan layers yang memuat channel-channel warna pembentuk gambar.
Palet Path
Palet ini berisi deretan layers yang berisi objek-objek path yang terdapat dalam dokumen.
Palet History
Palet ini menyimpan semua perintah yang telah digunakan. Fungsi dari palet ini adalah membatalkan perintah yang telah digunakan.
Palet Actions
Palet ini berfungsi untuk merekam, memainkan, mengubah serta menghapus sederetan aksi yang sedang digunakan saat memanipulasi objek dalam jendela dokumen.